The Nutcracker And The Four Realms

Hari Minggu kemarin, kebetulan udah lama gak nonton, dan kebetulan juga film ini lagi tayang di bioskop anak-anak favorit gue Cinemaxx Junior. Karena bosan setiap kali nonton di sana selalu nonton film animasi, kali ini karena film yang diputar bukan animasi, jadinya tanpa pikir panjang gue langsung meluncur deh ke sana. Dan inilah pendapat gue tentang film The Nutcracker and The Four Realms.

Ini adalah artikel intermezzo ya. Berhubung film-nya baru keluar dan masih hot. Habi artikel ini, gue akan balik lagi cerita tentang jalan-jalan ke Singapore. Buat yang belum baca artikelnya, baca di sini ya.

 

 

The All Star Casts

 

Awalnya agak shock ngelihat rating IMDB dan Rotten Tomatoes yang jelek banget buat film ini (– by the time this article is written, the rating is 5,5 for IMDB and 42% for Rotten Tomato). Padahal kalau ngelihat deretan artis yang ngebintangin film ini, banyak banget artis keren dan kawakan yang gak boleh dipandang sebelah mata. Kayak Keira Knightley, Morgan Freeman dan Helen Mirren.

Memang sih pemeran utamanya Mackanzie Foy bisa dibilang anak baru di dunia perfilman. Lo mungkin ingat debut Holywood-nya di film trilogi Twilight yang terakhir: Breaking Down. Apa?? Lo gak inget dia berperan sebagai apa? Gimana kalau gue bilang dia adalah si anak kecil malang yang mukanya di-render jadi cewek dewasa dengan begitu gak rapinya di penutup film trilogi itu? Salah satu kesalahan paling fatal yang paling bikin ilfeel di trilogi Twilight. Ya, dia adalah pemeran Renesmee, buah cinta Bella Swan dan Edward Cullen. Udah tumbuh dewasa ya dia! Dan pastinya makin cantik dan jadi pemanis yang indah di film ini.

Rating yang tragis ini bikin gue teringat sama film Disney lainnya yang mengalami nasib naas yang hampir serupa: A Wrinkle In Time. Film yang bahkan Oprah pun gak sanggup selamatkan meskipun dia sudah berperan di sana dan muncul jadi raksasa yang besar. Haha! Apakah film ini bakal sejelek A Wrinkle In Time? I decided to give this movie a benefit of the doubt.

Fantasy Come To Life

Bisa dibilang film The Nutcracker ini punya aroma yang mirip dengan seri Alice In The Wonderland. Cerita yang diangkat pun hampir serupa. Tentang seorang anak gadis yang mempertanyakan eksistensinya di dunia ini. Lalu dengan cara yang ajaib dia masuk ke sebuah negeri fantasi yang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri. Kalau buat Alice negeri itu adalah Wonderland, buat Clara negeri itu adalah The Four Realms.

Alkisah, Clara baru saja ditinggal pergi oleh ibunya yang meninggal dunia. Duka yang mendalam melanda keluarganya, terutama ayahnya yang sangat mencintai ibunya. Tapi sang ayah berusaha sekuat tenaga untuk menutupi rasa dukanya itu dengan terus melanjutkan kehidupannya seperti tidak terjadi apa-apa. Sementara Clara yang masih belum bisa melepaskan dukanya berusaha sekuat tenaga untuk memegang erat segala kenangan yang dia punya tentang ibunya.

Pada hari Natal, ayahnya memberikan sebuah hadiah yang ditinggalkan ibunya kepada Clara. Hadiah itu berupa sebuah hiasan telur yang terkunci. Orang yang membuat kunci itu adalah Mr. Drosselmeyer yang adalah ayah baptis Clara. Maka Clara datang kepadanya untuk meminta bantuannya membuka kunci itu. Dan pada pesta Natal di rumahnya itulah Mr. Drosselmeyer mengungkap sebuah dunia fantasi yang belum pernah Clara ketahui sebelumnya. Sebuah dunia di mana ibunya adalah seorang ratu di sana dan dia adalah seorang putri. Di sanalah Clara bertemu dengan berbagai makhluk unik, Phillip sang prajurit Nutcracker dan para Reagent dari Four Realms: Sugar Plum, Shiver dan Hawthorne.

 

Princess To Queen

Karena ibunya sudah meninggal, Clara lantas naik tahta menjadi Sang Ratu. Rakyat di sana menyambut kedatangannya dengan bahagia. Terutama Sugar Plum yang sangat menyayangi ibunya dan merindukannya. Clara melihat keindahan ketiga semesta yang dipimpin oleh para reagent: The Realm of Candy yang dipimpin oleh Sugar Plum, The Realm of Snow yang dipimpin oleh Shiver dan The Realm of Flower yang dipimpin oleh Hawthorne

Bukankah seharusnya ada empat semesta? Apa yang terjadi pada semesta keempat?

Ternyata dunia yang ditinggalkan oleh ibunya itu ternyata sedang kacau balau karena dilanda perang saudara. Sugar Plum menceritakan segalanya kepada Clara. Ternyata semesta keempat, The Realm of Amusment yang dipimpin oleh Mother Ginger, sedang menyerang ketiga semesta yang lainnya.

Sanggupkah Clara mengembalikan kedamaian kepada keempat semesta The Four Realms? Mampukah dia mengemban tugas menjadi seorang ratu sementara dia hanya seorang gadis biasa? Dan apakah mister yang ditinggalkan ibunya di dalam hiasan telur itu? Well, pertanyaan-pertanyaan di atas akan terjawab kalau lo nonton filmnya ya.

Great Movie Not For Everybody

Overall, setelah nonton film ini, gue rasa rating yang dikasih sama para pengguna IMDB dan Rotten Tomatoes agak terlalu sadis.

Memang sih, ceritanya ketebak banget dan twist-nya juga gampang banget ketebak. Tapi film ini menyuguhkan imagery yang cantik, kostum yang menarik dan pertunjukan balet yang indah.

Kalau penontonnya adalah anak-anak yang suka musik dan tarian dan cerita fantasi, pasti bakal suka banget sama film ini. Gue sebagai orang dewasa pun cukup menikmati film ini (– walaupun ada beberapa adegan yang cukup ngebosenin dan bikin gue hampir ketiduran sih.. hahaha…). Kalau penontonnya orang dewasa yang sukanya genre action, jangan beli tiket deh! Lo pasti bakal kecewa berat dan kasih rating serendah-rendahnya kayak mayoritas pengguna IMDB dan Rotten Tomato. Haha!

Kesimpulannya, film ini layak untuk ditonton kok. Gak sejelek yang gue bayangkan dan gak sebagus yang gue harapkan juga. Tapi enggak rugi lah nonton film ini apalagi kalau bawa anak-anak ke bioskop untuk ikutan nonton. Mereka pasti bakal menikmati gambar-gambar di layar yang colorful dan penuh dengan fantasi yang menakjubkan. And storywise, it’s not as bad as A Wrinkle In Time. Lol!

Overall, gue kasih nilai 7 dari 10 buat film ini.

Score: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️/10

Below is a Bonus Section that contains spoiler! Only read this section AFTER you watch the movie!

Bonus Section

Jadi sekarang lo udah tahu apa isinya hiasan telur yang ditinggalkan oleh ibunya Clara kan? Ya, sebuah cermin. Kalau dikaitkan dengan pesan yang ditinggalkan sama sang ibu, artinya segala yang Clara butuhkan sudah ada di dalam dirinya sendiri.

Well, kinda sweet right? But kinda like Kung Fu Panda as well right? Lol!!

Karena begitu ngelihat adegan itu, gue langsung teringat sama adegan dari Kung Fu Panda ini. Waktu Po bukan Dragon Scroll dan ternyata kosong isinya. Haha! Well, makanya kayak yang gue bilang di atas, memang film ini udah ketebak banget isinya. Tapi tetap cukup menarik buat gue sih.

There’s nothing new under the sun. But let me know what you think about the movie in the comment section below, okay?! ?

 

 

Spread love,

hiLda

Leave a Reply