Crimes of Grindelwald 103 – Things You Crave To Know After Watching The Movie

Beberapa hari yang lalu, gue buka pertanyaan di Instagram pribadi gue @hi_hil tentang apa aja yang masih orang-orang bingungin tentang film Crimes of Grindelwald. Dan ternyata pertanyaan paling banyak adalah tentang jati diri Credence. Jadi gue akan bahas yang satu ini di artikel ini ya. Tapi sebelumnya, gue pasang warning dulu di sini ya. Karena semua pembahasan yang ada di sini adalah MAJOR SPOILER banget buat film Crimes of Grindelwald. So beware! And proceed on your own risk!

Anyway, kalau lo belum nonton filmnya, baca dulu artikel gue tentang Grindelwald 101 – Things You Must Know Before Watching The Movie ya.
This article contains SPOILER! Only proceed if you’re sure that is what you want to do.

 

The Dumbledore Family

Albus Dumbledore adalah seorang half blood. Ayahnya adalah seorang wizard bernama Percival Dumbledore. Ibunya adalah seorang muggle born witch bernama Kendra Dumbledore. Selama ini yang kita tahu, Albus punya 2 saudara, yaitu Aberforth Dumbledore, si penjaga bar di Hog’s Head Inn, sebuah penginapan di desa sihir Hogsmeade, dan Ariana Dumbledore, adik perempuannya yang selama ini dia sembunyikan.

Sebuah tragedi menimpa keluarga Dumbledore dahulu kala ketika mereka sekeluarga masih tinggal di Mould-on-the-Wold, sebuah desa di Inggris, berdampingan dengan para muggle. Alkisah, Ariana yang waktu itu masih kecil dan belum bisa mengontrol kekuatan sihirnya, tidak sengaja mengungkap kekuatannya kepada tiga orang anak laki-laki muggle yang sedang mengintip di balik semak-semak. Melihat kekuatan Ariana yang gaib, anak-anak itu memintanya untuk menunjukkan triknya lagi. Tapi karena Ariana tidak bisa melakukannya, mereka menyerangnya hingga mengakibatkan trauma yang mendalam dalam diri Ariana. Hingga akhirnya Ariana tidak mau menggunakan kekuatan sihirnya lagi.

Karena kejadian ini, ayah Ariana, Percival, menyerang anak-anak muggle tersebut dengan amarah. Mengakibatkan dirinya dikirim ke penjara sihir Azkaban karena menyerag muggle. Terpisah dari keluarga dan anak-anaknya. Sang Ibu akhirnya memutuskan untuk pindah ke Godric’s Hollow, sebuah desa penyihir, di mana dia mengisolasi keluarganya untuk menyembunyikan “penyakit” Ariana.

 

Ariana’s Disability

Semua orang menyangka Ariana adalah seorang squib (– seorang penyihir yang tidak memiliki kekuatan sihir). Tapi sebenarnya, karena tragedi yang menimpa Ariana sangat traumatis, dia menekan kekuatan shirinya hingga membuatnya menjadi obscurial, seperti Credence. Suatu hari, obscurus yang ada di dalam dirinya ini meledak, hingga tidak sengaja membunuh ibunya sendiri.

Ariana Dumbledore

Sebagai anak sulung dalam keluarga Dumbledore, Albus diangkat menjadi wali Ariana. Note this. He doesn’t like it. Albus muda adalah seorang yang pintar dan berprestasi. Dia punya banyak mimpi dan hendak menaklukkan dunia. Ketika dia diangkat menjadi wali Ariana, dia merasa terpasung. Dia terpaksa kembali ke Godric’s Hollow untuk menjaga adiknya yang “bermasalah”. Dan dia membencinya setiap saat.

Sebenarnya, adik Albus, Aberforth, adalah kakak favorit Ariana. Dia dengan senang hati menjaga Ariana. Tapi saat kejadian ini terjadi, Aberforth masih duduk di bangku sekolah. Maka Albus tidak mengizinkannya. Dia ingin Aberforth menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu.

Maka, tanpa punya pilihan yang lain, Albus menghabiskan hari-harinya menjaga Ariana sejak kematian ibunya. Di saat itulah dia merasa semua kehebatannya terbuang sia-sia. Di masa-masa kelamnya itulah dia bertemu Gellert Grindelwald.

 

How Albus Met Gellert

Gellert Grindelwald adalah penyihir yang sangat berbakat. Tapi karena pernah melakukan kekerasan di sekolahnya, Durmstrang, Gellert dikeluarkan dari sana. Maka dia tinggal bersama bibinya, Bathilda Bagshot (– si penulis buku A History of Magic), di Godric’s Hollow. Desa yang sama dengan tempat Dumbledore tinggal waktu itu.

Sama-sama pria muda yang cerdas, Albus dan Gellert menjadi akrab dengan mudah. Keduanya memiliki kehebatan yang sepantar. Dan ternyata, di saat itu, mereka memiliki visi yang sama. Yaitu untuk mengungkap dunia sihir dan menjadikan para penyihir yang hebat dan bijaksana penguasa atas para muggle.

Relasi mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari mereka bertengkar dan bertarung dalam three-way-duel: Albus, Gellert dan Ariana. Entah apa yang terjadi (– semoga diceritakan di film Fantastic Beasts berikutnya), Ariana meninggal akibat duel ini. Tidak diketahui apakah Albus atau Gellert yang menyebabkan kematiannya.

Sejak kejadian ini, Gellert pergi dari Inggris dan mengejar cita-citanya sendiri. Sedangkan Albus berubah pikiran, meninggalkan visinya, dan kembali ke Hogwarts untuk mengajar Defense Against The Dark Arts, seperti yang kita saksikan di film Crimes of Grindelwald.

 

So What?

Apa hubungannya cerita di atas dengan jati diri Credence? Ini penjelasannya menurut gue:

1. Sangat mungkin Grindelwald tahu tentang keberadaan anak keluarga Dumbledore yang hilang. Karena Kendra dan Bathilda bertetangga di Godric’s Hollow sangat lama. Dan karena ibu-ibu doyanny curhat dan ngegosip (– ehemm..), mungkin banget Kendra pernah cerita ke Bathilda tentang anaknya yang disembunyikan, entah apa itu alasannya.

2. Credence dibawa lari ketika masih bayi. Berarti, jika dia benar adalah anak keluarga Dumbledore, kejadian ini terjadi sebelum “kecelakaan” Ariana. Yaitu ketika mereka belum tinggal di Godric’s Hollow. Maka sangat mungkin enggak ada satu pun dari dunia penyihir yang tahu bahwa anak keluarga Dumbledore sebenarnya ada 4.

3. Credence adalah obscurial yang sudah dewasa. Dia sudah berumur 20-an di cerita Fantastic Beasts. Sementara Ariana memendam obscurus-nya seumur hidupnya dan meninggal di umur 14 tahun. Keduanya mampu menahan obscurus yang sangat kuat hingga lebih dari 10 tahun, usia yang dsebut Newt sebagai batas normal obscurial. Jadi jelas bahwa Credence memiliki kekuatan sihir yang hebat layaknya seorang Dumbledore.

Jadi apakah Credence benar Aurelius Dumbledore?

Biar gue tambahin satu poin lagi.

Waktu Newt dan Albus Dumbledore ngobrolin tentang Frank The Thunderbird, Dumbledore sekilas bilang bahwa phoenix sudah sejak lama dikaitkan dengan keluarganya. Dia juga bilang bahwa seekor phoenix pernah muncul kepada kakeknya ketika dibutuhkan.

Di adegan terakhir, di mana Gellert Grindelwald mengungkap nama Credence yang sebenarnya, burung hitam kecil yang dirawat Credence, yang sepanjang film kita sangka adalah seekor gagak (– yang adalah lambang keluarga Lestrange), berkobar menjadi api dan berubah menjadi seekor phoenix berwarna merah-emas.

Inilah buktinya. Bahwa memang benar Credence adalah Aurelius Dumbledore! Now it all make sense right?!

 

What’s Next?

Buat gue, twist ini sangat menarik dan menantang! Karena kenyataan ini membuka banyak koneksi baru ke seri cerita Harry Potter yang kita sukai sejak lama.

Salah satu pertanyaan yang muncul di kepala gue adalah ini: Apakah phoenix yang Aurelius bawa adalah Fawkes, phoenix milik Albus Dumbledore? Semoga kita bisa tahu di film berikutnya ya. Sementara ini, kita tahu bahwa bulu Fawkes adalah inti dari tongkat sihir Harry dan Voldemort. Inti tongkat sihir mereka yang bersaudara yang mengakibatkan priori incantatem ketika kedua tongkat ini saling melawan di kuburan Tom Riddle.

Dan satu lagi yang akan jadi dilema buat Albus ketika nantinya dia berhadapan dengan Aurelius. Pada dasarnya, Albus sudah sangat menyesal akan perlakuannya terhadap Ariana. Dia sangat merasa bersalah pada adiknya yang enggak bisa dia jaga dan rawat dengan penuh cinta. Gimana twisted-nya perasaan Albus, ketika dia tahu dia masih punya adik yang bahkan lebih terlantar daripada Ariana? Apa yang akan dia lakukan? Tegakah dia menghabisi Aurelius? Ke mana Aurelius di masa Harry Potter? Apakah Aberforth pernah ketemu Aurelius? Wah banyak banget deh pertanyaan yang pengen gue tagih di film berikutnya.

 

Bonus Section

Kalau yang satu ini gue masukin di Bonus Section karena udah gak ada hubungannya sama jati diri Credence. Tapi berkaitan dengan hubungan antara Albus Dumbledore dan Gellert Grindelwald.

Buat kalian yang belum tahu: Yes, Albus Dumbledore is gay.

Hah? Sembarang lo, hiL!!

Kagak. Beneran. Nih gue kasih tahu alasannya.

Seperti yang gue bahas di artikel yang sebelumnya, Crimes of Grindelwald 102, Mirror of Erised mengungkap keinginan hati yang terdalam dari orang yang menatap ke dalamnya. Dan ketika Dumbledore menatapnya, guess what?! Dia melihat dirinya dan Grindelwald muda sedang melakukan Unbreakable Vow.

Jadi sedalam itulah hubungan mereka. Bukan sekedar teman biasa. Mereka sangat akrab hingga momen itu menjadi momen penuh kenangan buat Albus dan masih menjadi keinginan hatinya yang terdalam hingga setelah dia dewasa dan berpisah dari Gellert Grindelwald. Apakah mungkin dia masih mencintai Grindelwald? Mungkin. Anyway, love is a complicated thing right?! It is possible to hate and love someone at the same time.

Bukti kedua adalah waktu Albus dikonfrontasi sama para petugas Kementrian Sihir. Ketika dia ditanya apa hubungannya dengan Grindelwald, Albus sendiri yang mengucap, “It was more than brother.” So… You know. It is so obvious.

 

Nah, sekian dulu pembahasan gue tentang film Crimes of Grindelwald ya. Waktunya blog ini move on ke topik berikutnya. Haha! Gak sabar nunggu 2020 buat film berikutnya rilis. Semoga kita semua para fans bisa bersabar menanti ya. In the meantime, stay tune terus di blog ini buat topik-topik seru lainnya.

 

Spread love,

hiLda

2 Comments

  • Ika Amna

    November 25, 2018 at 11:36 AM

    walapun albus gay, ku tetap ngefans. tapi aku ga nyangka banget loh pas diakhir film credence itu aurelius dumbledor, dan baru ngeh kemarin kalau nagini yang dimaksud di film ini nagini ularnya voldermort, soalnya karakternya di film ini ga kuat. btw nice post 😀

    Reply

Leave a Reply