Endgame of The Original Avengers

Sudah lebih dari 2 minggu sejak film Avengers: Endgame dirilis. Film yang menjadi pamungkas dari mahakarya yang dibuat selama 10 tahun ini memang layak diberikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Gimana enggak? Setiap studio di bioskop sampai-sampai enggak menayangkan film yang lain kecuali Endgame. Apalagi histeria #DontSpoilTheEndgame yang bikin banyak orang baper dan berantem hanya karena merasa di-spoiler-in sama orang yang gak sengaja nyeplos sesuatu tentang film ini. Makanya, gue nunggu sampai sekarang deh baru nulis artikel ini. Hehe.

Nah, karena sudah hampir 2 minggu berlalu, kayaknya agak basi kalau gue ngebahas tentang kenapa lo harus nonton film ini. Everybody already know it. It is the biggest movie ever. So that alone should suffice.

Jadi, atas pertimbangan di atas, gue lebih memilih untuk ngebahas para original Avengers di artikel ini. Mereka berenam, yang dikasih tribute tersendiri di movie credit, yang bersatu pertama kali di film The Avengers yang pertama. Ini dia perjalanan keenam Original Avengers dan perubahan karakternya dari awal hingga akhirnya di Avengers: Endgame. Check this out.

!! MAJOR SPOILER ALERT !!
ONLY PROCEED IF YOU’RE SURE THIS IS WHAT YOU WANT TO DO

1. Hawkeye: A Loner to A Ronin

Kesan pertama yang kita dapat dari karakter Hawkeye adalah seorang cowok penyendiri yang suka ngumpet di tempat-tempat tinggi sambil memantau situasi. Di samping itu, dia juga sangat jago memanah. Selain dari itu, dia enggak punya kehebatan apapun. Enggak punya kekuatan super sama sekali. Manusia biasa. Titik.

Bisa dibilang, Hawkeye adalah Avengers yang paling sedikit penggemarnya karena dianggap adalah yang paling lemah di antara yang lainnya. Tapi ternyata di Avengers: Age of Ultron, terungkap sisi lain kehidupannya yang selama ini dia sembunyikan. Ternyata dia punya seorang istri yang sedang hamil dan 2 orang anak yang hidup di sebuah rumah yang tersembunyi dan dilindungi oleh S.H.I.E.L.D.

Di Avengers: Endgame, setelah kehilangan seluruh keluarganya akibat ulah Thanos, Hawkeye kehilangan kendali dan berubah jadi sosok ronin yang dengan brutal membunuh semua kriminal yang tersisa di muka bumi. Perubahan yang sangat bertolak belakang dari jati dirinya yang adalah seorang ayah yang penyayang, menjadi seorang vigilante yang kejam.

Tapi dia kembali menemukan jati dirinya di Vormir, setelah pengorbanan Black Widow. Dan akhirnya dia bisa balik lagi berkumpul sama seluruh keluarganya setelah perang berakhir. A happy ending for him. And also a goodbye from us to him. Karena dengan storyline seperti ini, bisa hampir dipastikan kalau karakternya enggak akan muncul lagi di film-film berikutnya. Dia benar-benar akan pensiun seperti yang dia lakukan selama Avengers: Infinity War. Semoga dia bisa menjalani hidupnya dengan damai seperti yang dia idam-idamkan ya. I will miss Ronin Hawkeye though. He is such a badass.

2. Black Widow: A Spy To A Sacrifice

I cried when she died!! Ini adalah salah satu adegan yang paling bikin sedih di sepanjang film.

Kita pertama kali melihat sosok Black Widow di film Iron Man 2. Dia menyusup ke perusahaan Stark dengan menyamar sebagai sekretaris Pepper Potts. Ternyata dia sebenarnya adalah seorang mantan mata-mata Rusia yang sudah bergabung dengan S.H.I.E.L.D. Dengan gaya rambut ala tahun 2000an, penuh ikal dari akar rambut sampai ke bawah, dia membantu Iron Man mengalahkan penjahat Ivan Vanko di film itu.

Kehadirannya kemudian di film-film Avengers berikutnya juga meninggalkan kesan yang dalam buat para fans. Apalagi dia sempat hampir jadian sama Hulk!! Mereka hampir akan pergi berdua dan meninggalkan semuanya di Avengers: Age of Ultron. Tapi sayang, Hulk malah pergi meninggalkannya dan menghilang entah ke mana dengan pesawat Quinjet.

Perubahan karakter Natasha dari awal hingga akhirnya di Endgame bisa dibilang cukup konsisten. Kita tahu dari awal film The Avengers bahwa dia memiliki relasi yang akrab dengan Hawkeye. Ketika dia mendengar bahwa Hawkeye dipengaruhi Loki, dia langsung meninggalkan pekerjaannya dan datang membantu Nick Fury. Mereka bersahabat sangat akrab hingga cuma dialah yang tahu rumah dan keluarga Hawkeye yang selama ini disembunyikannya.

Melihat gimana Hawkeye dan Black Widow berantem untuk saling mengorbankan diri di Vormir benar-benar bikin gue trenyuh. Mereka bersahabat sangat akrab. Keduanya saling pengen menyelamatkan satu sama lain. Makanya keduanya saling pengen mengorbankan diri satu sama lain. Sayang, hanya itu caranya untuk mendapatkan Soul Stone. Dan kita harus berpisah dengan Black Widow karena dia rela melakukan segala cara supaya bisa menang. Just like her training as a Russian spy. Whatever it takes.

Anyway, kita mungkin masih akan melihat dia lagi kok. Karena kabarnya Marvel akan merilis film prequel yang menceritakan origin story Black Widow. I will definitely watch that movie! Dan satu lagi yang jadi opini gue. Kita melihat di akhir film ketika Quill mencari Gamora di pesawatnya. Kalau sampai Gamora yang juga mati di Vormir bisa ditemukan, enggak menutup kemungkinan bahwa Black Widow pun bisa kembali dari kematiannya di Vormir. Karena seperti kata Thor, “We’re talking about some space magic here.” So I will keep my hopes up.

3. Hulk: A Man with Anger Issue to A Man Who Accepts Himself

Sejujurnya, awalnya janggal banget ngelihat Hulk yang bertubuh hijau dan besar memakai kacamata dan baju yang lengkap. Biasanya kan dia cuma pakai celana rombeng doang. Haha! Apalagi bisa-bisanya dia foto bareng anak-anak dan kasih mereka wejangan. So weird!

Hulk adalah tokoh MCU yang origin story-nya agak kacau. Karena 2 film pendahulunya diperankan oleh 2 orang yang berbeda dan punya storyline yang bahkan kayak gak nyambung satu sama lain. It was very poorly executed.

But thanks God for Mark Ruffalo. He can breathe a new life into the character. Hingga akhirnya kita bisa ketemu sama Hulk yang kita tahu sekarang. Lucu, garing, dan ngegemesin.

Perubahan karakter Hulk adalah salah satu yang paling gue suka. Karena dia awalnya adalah orang yang membenci dirinya sendiri. Ketika percobaannya salah kaprah, dia mengutuk dirinya sendiri jadi seorang monster hijau yang mengerikan. Hulk dan Banner saling membenci. Seperti yang kita lihat di Thor: Ragnarok, Hulk enggak suka kalau Thor berteman sama Banner. Mereka seperti 2 pribadi yang tinggal di 1 tubuh.

Tapi di Avengers: Endgame, Hulk dan Banner berdamai. Dan jadilah dia Hulk yang beradab. Hulk yang ramah dan lucu. Dan gue rasa, kita belum akan berpisah sama karakter yang satu ini. Masih banyak banget yang bisa digali. Dan masih banyak banget tempat di mana dia bisa dimunculkan. He is funny and smart. Even though not as smart as Tony Stark. And everyone loves him now, both Hulk and Banner.

4. Thor: A Cool God to A Fat God

I don’t know how to react at first, honestly. Lol!! Gue sebel banget karena Thor di-bully di film ini. Udah dibikin gendut, cupu, pemabuk, hampir gak ada kontribusinya sama sekali pula, kecuali jadi badut yang bikin kita ngakak tiap kali ngelihat dia.

Hey, bayangin aja! Thor, pujaan semua wanita, yang kalau ngomong bahasanya puitis, sangat kuat dengan otot kawat kayak Gatotkaca. Eh, kok berubah jadi hippie yang gendut, gondrong dan awut-awutan sih di sini. Hadeh… But, there’s something about the new him that I like. Walaupun gendut, dia tetap lucu dan ngegemesin. Haha! Dan meskipun para filmmaker kayak “ngebunuh” karakter Thor yang lama sehabis-habisnya di dilm ini, ada sesuatu yang baru yang muncul dalam dirinya. Dan sesuatu itu adalah sesuatu yang menarik.

Kalau di film Thor yang pertama kita ngelihat betapa arogannya dia, dalam perjalanannya di Avengers, kita semakin melihat sosoknya yang membumi dan less godly. Gaya ngomongnya sekarang udah enggak poetic kayak dulu lagi. Dan penampilannya juga udah semakin kayak para terran (– manusia bumi). Meskipun penampilannya sudah berubah, tapi kekuatannya tetap sama. And honestly, I don’t really mind saying goodbye to the old Thor. Thor yang dulu kayak udah terlalu jadul anyway menurut gue. Dan Thor yang baru ini jelas beda dan lebih masuk ke kaum millenials.

Dan gue rasa, dengan bergabungnya dia bersama Quill CS, kita bakal ngelihat dia lagi lebih banyak di Guardians of The Galaxy Vol. 3. Semoga dia sudah cukup banyak makan salad sebelum film ini rilis nanti ya. Hahaha!

5. Captain America: Steve Rogers to Steve Rogers

He is the most consistent character in this universe! And that is why I love him so much! Perubahan paling besar dalam hidup Steve Rogers adalah ketika dia berubah jadi Captain America. Tapi itu pun cuma mengubah kekuatan fisiknya aja. Deep down, semua jiwa ksatria dan idealisme yang dia pegang tetap sama sejak dia masih cuma cowok ceking yang selalu di-bully.

Banyak yang bilang kalau relasinya sama Bucky agak abnormal. Karena dia rela melakukan apa saja demi menyelamatkan Bucky. Well, buat kalian yang memperhatikan semua film Captain America, kalian mungkin akan tahu bahwa ikatannya yang kuat sama Bucky itu karena sebelum dia jadi Captain America, Bucky lah yang selalu nolongin dia. Steve Rogers adalah orang yang sebatang kara. Orang tuanya udah enggak ada. Dan Bucky lah yang selalu ada buat dia sebelum dia jadi Captain America. Jadi enggak heran kalau dia merasa sangat berhutang budi dan peduli segitunya sama Bucky.

Dan satu hal lagi yang membuktikan bahwa dia sangat konsisten: first dance-nya sama Peggy. Di akhir film Captain America: The First Avenger, dia berpisah dengan Peggy lewat telepon. Di situ mereka berjanji akan nge-date kalau Steve berhasil selamat dari pesawat yang mau kandas itu. Meskipun mereka berdua tahu Steve enggak akan selamat. Dan pesawat itu tenggelam. Dan Steve “hibernasi” di dalam lautan es selama puluhan tahun hingga akhirnya terbangun di zaman modern ini.

Di akhir film Avengers: Endgame, kita melihat sendiri apa yang dia lakukan. Dia kembali ke tahun 1970 dan memberikan Peggy first dance yang dia janjikan. Isn’t he is the sweetest?! 😍

Dan karena dia sudah memberikan perisainya kepada Sam, bisa dipastikan bahwa ini adalah goodbye buat Captain America. Sebagai salah satu fans-nya, sedih juga enggak bisa ngelihat dia lagi di layar cinema. Tapi gue cukup bahagia melihat happy ending yang dia dapatkan bersama Peggy.

6. Iron Man: An Arrogant Billionaire to A Noble Hero

You know, I never like Iron Man. Never. He is arrogant, cocky and like calling people names. Dan yang paling bikin gue enggak suka lagi adalah dia punya PTSD yang berlebihan setelah peristiwa New York di film The Avengers.

Tapi… Pada akhirnya gue lebih memilih beli E-Money bergambar Iron Man daripada Captain America. Gue sampai beli Mighty Muggs Iron Man dari Ali Express demi dapetin koleksinya. Because his death is the saddest death of this universe. Cry!!!! 😭😭😭😭😭

Dari awal Tony Stark adalah tokoh yang kontroversial. Di akhir film Iron Man pertama aja, ketika semua orang ngelarang dia kasih tahu ke dunia jati dirinya, dia malah dengan pongahnya mengumumkan pada pers, “I am Iron Man.” Geez!! So arrogant right?!

Perjalanan Tony Stark bisa dibilang gak pernah mulus. Dia sempat putus sama Pepper – makanya Pepper enggak muncul di film Civil War (– atau mungkin sebenarnya cuma masalah kontrak aja sama Gwyneth Paltrow, we’ll never know). Ketika dia berusaha melindungi dunia dengan Iron Army, Pepper enggak suka dan akhirnya dia memutuskan untuk menghancurkan semua baju besinya. Ketika dia berusaha menciptakan pelindung bumi dari besi, dia malah menciptakan Ultron. Ketika dia berusaha mendamaikan masyarakat dan Avengers dengan Sokovia Accords, Captain America malah enggak suka dan memicu Civil War.

Satu hal yang dia lakukan dengan benar adalah mendidik Peter Parker menjadi Spiderman yang sekarang. Dan satu hal lagi yang paling dia lakukan degnan benar adalah Morgan. Anaknya yang sangat dia sayang, yang harus tumbuh dewasa tanpa seorang ayah. Cry!!!! 😭😭😭😭😭

Well, this movie is definitely a goodbye for Iron Man. Awalnya, sebelum nonton film ini, gue berharap masih bisa ngelihat banyak kemunculan Tony Stark di film-film Spiderman berikutnya. Tapi setelah melihat akhir hidupnya yang penuh pengorbanan, gue akhirnya malah jadi jatuh hati sama karakternya (– akhirnyaaaaa….). Berkali-kali dia menyangkal dirinya adalah seorang pahlawan. Tapi dia mati sebagai seorang pahlawan. So, salute, Sir!! 🍻

Itu dia cerita tentang keenam Original Avengers yang gue rangkum secara singkat dari awal kemunculan karakternya hingga akhirnya di Avengers: Endgame. Let’s give a standing ovation to those who we should bid farewell to. And wait eagerly for those who we might see coming in the next movies.

Thanks for reading this!

Spread love,

hiLda

PS: Baca juga 5 origin story Marvel Cinematic Universe terbaik pilihan gue di sini.

Leave a Reply