Asian Games 2018

Indonesia jadi tuan rumah asian Games 2018!!

Hmm… Sejujurnya, reaksi pertama gue sih biasa aja. Gak excited yang gimana-gimana banget. Karena sejujurnya gue pun gak expect apa-apa. Palingan para atlet bertanding, dapet medali, terus udah deh. Eh ternyata setelah ikutan arus kehebohan di seantero negeri, baru deh gue ngerti kenapa acara ini layak ditunggu dan dibanggakan.

Sejujurnya, sebelum Opening Ceremony yang serba heboh di Gelora Bung Karno, gue enggak berpikir sama sekali bahwa acara ini bakal seseru ini. Tapi setelah ngelihat gunung dan air terjun yang super keren karya Pak Wishnutama, juga aksi motor Pak Presiden Jokowi yang gaul banget, bikin gue makin penasaran sama Asian Games.  (Oke, gue tahu bukan Pak Jokowi beneran yang ngelakuin semua stunt motor itu. But still, it’s very cool!! And I’m proud to have a cool president like him. Salute, Sir!!)

Maka akhirnya, gue coba deh beli salah satu tiket pertandingannya. Demi ngerasain gegap gempita Asia yang kebetulan lagi berpusat di negara sendiri. Once in a lifetime moment right.

A Day To Remember

Jadi sebenarnya, gue bukan penggemar olahraga. Gue cuma pengen ikutan keseruannya doang. Awalnya gue pengen nonton pertandingan badminton, salah satu olahraga favorit gue dari kecil. Tapi ternyata tiketnya udah ludes semua. Pilihan kedua gue adalah tenis. Tapi ternyata pertandingannya di Palembang. Akhirnya gue buka semua opsi deh. Pertandingan apa aja, asal di Gelora Bung Karno, Main Stadium. Karena gue pengen lihat stadion baru yang katanya super keren itu. Jadilah gue beli tiket pertandingan atletik di hari Minggu, 26 Agustus 2018 jam 18:20.

Mendengar dari banyak orang dan berbagai media bahwa Gelora Bung Karno seru banget isinya selama perhelatan Asian Games, gue sengaja datang ke sana dari siang. Arus lalu lintas di Jl. Jend. Sudirman sekitar GBK memang padat banget waktu itu. Mungkin karena memang pas hari Minggu juga, jadi semua orang datang ke sana buat nonton. Dan sejak dari pintu masuk aja udah luar biasa banget ramenya. Banyak yang mencoba masuk tapi belum punya tiket. Mereka terpaksa balik lagi dan beli tiket dulu di luar karena penjagaan sangat ketat. Cuma yang benar-benar udah pegang tiket, baik itu tiket pertandingan atau tiket festival, yang boleh masuk ke dalam area GBK.

Begini nih kurang lebih kehebohan di sana. Ada berbagai macam orang dari mancanegara yang tumpah ruah di satu tempat demi membela tim negaranya masing-masing. Memang layak banget disebut once in a lifetime moment.

Indonesia sebagai tuan rumah pun gak segan-segan unjuk gigi. Festival yang digelar di setiap sudut GBK sangat kaya memamerkan budaya bangsa yang beraneka ragam. Ada berbagai macam wisata kuliner, pernak-pernik khas daerah dan acara-acara musik live yang diadakan di festivalnya. Begitu banyak yang bisa dilihat dengan begitu banyak orang di kiri kanan, bikin energi jadi terpacu dan semangat terus kelilingin festivalnya satu per satu.

Setiap booth juga diisi oleh para sponsor yang banyak membagikan hadiah-hadiah gratis atau produk-produk yang bertema Asian Games. Ada yang minta kita follow social media mereka, seperti Gulaku yang membagikan gula gratis dengan berfoto sama becak mereka, atau kita juga bisa membeli produk mereka dengan embel-embel merchandise khusus Asian Games, seperti Indofood yang menawarkan paket Pop Mie rasa Asian Games dengan gratis pouch bergambar Bhin-Bhin, Atung dan Kaka.

The Mascot

By the way, sudahkah kalian berkenalan dengan trio Bhin-Bhin, Atung dan Kaka?

Mereka adalah maskot Asian Games 2018 yang mencitrakan Bhinneka Tunggal Ika, semboyan negara tercinta kita ini (– makanya namanya Bhin-Bhin, Atung dan Kaka. Siapapun yang punya ide nama-nama ini, gue kasih salut buat lo deh. Keren banget idenya!).

Bhin-Bhin adalah burung Cendrawasih khas Papua. Dia mengenakan rompi motif Asmat khas Papua. Si burung imut ini melambangkan strategi yang harus dimiliki setiap atlet untuk bisa memenangkan pertandingan.

Atung adalah seekor rusa bawean. Dia mengenankan sarung bermotif tumpal khas Jakarta. Rusa bawean adalah hewan yang banyak di jumpai di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Atung menjadi maskot yang merepresentasikan kecepatan, karena rusa sendiri dikenal akan kecepatan berlarinya.

Kaka adalah seekor badak bercula satu yang hanya bisa ditemukan di Ujung Kulon, Indonesia. Hewan langka ini mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang. Kaka melambangkan kekuatan dengan tubuhnya yang besar dan kuat.

Selain imut dan lucu, mereka bertiga melambangkan hal-hal yang indah. Gue suka banget sama mereka sampai rela berburu souvenir Asian Games apapun yang bisa gue temukan yang ada gambar mereka (— dan yang masih bersahabat di kantong juga ya pastinya). Sayangnya, souvenir Asian Games sekarang laris manis banget. Susah banget dicari di mana-mana. Bahkan di GBK Super Store nya sendiri pun, harus antri luar biasa panjang (— hampir sejam waktu gue ke sana) hanya buat masuk ke dalam toko.

Mungkin karena waktu itu masih siang dan hari Minggu ya. Di lain hari teman gue berhasil masuk dengan ngantri cuma 15 menit. Tapi tetap isi tokonya sudah gak lengkap dan berantakan banget kayak habis dijarah. Haha.

The Game

Akhirnya sampailah waktunya untuk masuk ke dalam stadion. Jujur sih, untuk masuk ke dalam stadion aja butuh perjuangan. Karena meskipun tiketnya sudah online semua, yang harusnya udah mempercepat proses verifikasi pas masuk ke dalam stadion, tetap aja jumlah penontonnya luar biasa. Pintu yang dibuka hanya 2 waktu itu. Dan memang harus bersabar banget untuk bisa sampai ke depan gerbang dan masuk ke dalam stadion. Di dalam stadion juga ada Alfamart yang menyediakan makanan atau minuman buat kamu yang merasa lapar di tengah pertandingan. Tapi antriannya juga luar biasa. Kalau memang lapar, lebih baik keluar dari stadion dulu aja dan cari makanan di tenda-tenda festival. Karena diizinkan untuk keluar-masuk stadion asalkan tangan kita dicap oleh panitia.

Begitu masuk ke dalam stadion, carilah tempat duduk favorit lo yang paling nyaman. Tempat duduk di GBK Main Stadium ini ada 2 lantai. Kalau lantai pertama penuh, naiklah ke lantai dua. Jadi jangan khawatir gak dapat tempat duduk. Pasti ada. Gak perlu desak-desakan. Cuma ya memang semakin menjauh dari lapangan kalau semakin ke atas ya. Karena gue pergi sama keluarga dan ada Kayla juga, gue lebih memilih tempat duduk di bagian atas yang gak terlalu berdesakan aja.

Pertandingan cabang atletik ini memang cukup unik. Karena dalam satu stadion, ada banyak hal yang terjadi sekaligus. Ada yang bertanding lempar lembing di tengah lapangan, sementara di sisi luar lapangan ada yang bertanding lari. Yang lebih difokuskan saat itu memang ke perlombaan lari. Karena sudah mencapai final. Sayangnya waktu gue nonton ini, enggak ada medali emas yang direbut oleh kontingen Indonesia. Tapi gak apa-apa. Tetap seru ngelihat semua supporter teriak rame-rame waktu pelari Indonesia lewat di depan kita. Energi persatuan seperti inilah yang bikin event ini beda.

Nah kalau kalian pengen tahu lebih banyak tentang pertandingan yang gue datangin ini, visit Instagram gue aja ya. Kalian bisa lihat di Highlight > Asian Games yang ada di profile gue.
No images found!
Try some other hashtag or username

 

The Nation United

Masih ingat gimana terpecahnya negeri kita beberapa waktu lalu cuma gara-gara pemilihan Gubernur DKI Jakarta?

Sudah lama banget gue melupakan semua komentar rasis yang biasanya keluar dari mulut bangsa kita. Sejak era reformasi, belum pernah ada orang yang memaki dengan bahasa rasis di depan umum. Tapi tiba-tiba cuma karena ada kubu yang melancarkan kampanye yang negatif, isu rasis itu naik lagi ke permukaan dan bikin bangsa ini terpecah belah.

Gue kangen banget ngelihat bangsa ini bersatu lagi tanpa ngebedain suku, ras atau agama. Mau kulit hitam atau kulit putih, berhijab atau bersalib, makan babi atau makan sapi, semuanya bersatu mendukung wakil bangsa yang sedang berjuang memperebutkan medali. Dan tahukah kalian bahwa sekarang Indonesia sudah memecahkan rekor medali Asian Games-nya? Ya! Walaupun kita tidak duduk di urutan pertama, tetap itu adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Dan itu semua berkat dukungan kita semua yang bersatu demi Merah Putih.

Gue kangen banget gak merasa asing di negeri ini. Gue kangen banget bisa menampilkan Merah-Putih dengan mata sipit gue. Gue kangen banget bisa bilang dengan bangga bahwa gue Indonesia tanpa harus merasa takut dicibir “Cina”.

Ini tanah air gue. Ini tempat kelahiran gue. Di sini rumah gue.

Semoga bisa begini terus selamanya ya, Indonesia.

 

Spread love,

hiLda

Leave a Reply